Closed Thread
Page 1 of 2
1 2 LastLast
Results 1 to 10 of 12

Thread: Tragedi Situ Gintung

  1. 4M3T's Avatar
    4M3T is offline RegularFishy 4M3T is on a distinguished road
    Real Name
    Amet
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Cibinong - Bogor
    Posts
    120

    Tragedi Situ Gintung

    Sebelumnya sy mengucapkan bela sungkawa yg sangat dalam kepada seluruh warga yg mengalami musibah di Situ Gintung barangkali diantaranya ada teman kita, saudara kita, bahkan mungkin ada anggota FF yg bertempat tinggal disana...
    Semoga yg ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran dan yg menjadi korban semoga dilapangkan jalannya untuk menemui Sang Khaliq...
    Amien...

    Sedikit berita mengenai kejadian diatas yg sy ambil dari Harian Pikiran Rakyat tgl 28 Maret 2009;

    Tragedi Situ Gintung
    1,5 Juta Meter Kubik Air Sapu Perkampungan



    JAKARTA, (PR).-
    Puluhan warga tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang setelah tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, jebol Jumat (27/3) dini hari. Ratusan rumah di Cireundeu hingga Pasanggrahan rusak/ terendam. Para korban tewas di antaranya karena terseret arus air.

    Menurut pemantauan "PR", salah satu lokasi yang mengenaskan terlihat di RT 01 RW 08 Kampung Gintung Kel. Cireundeu. Jalan alternatif Gunung Raya yang menghubungkan Jln. Ir. H. Juanda Ciputat menuju Cireundeu dan Pondok Cabe terputus akibat terendam.
    Demikian pula jalan di atas tanggul yang lebarnya sekitar dua meter hilang terbawa arus. Tinggi tanggul sendiri mencapai lebih kurang dua puluh meter. "Jalan penghubung itu biasa digunakan sepeda motor," ujar seorang warga, Tia (24).
    Menurut Tia, jebolnya tanggul Situ Gintung terjadi sekitar pukul 4.30 WIB. Sebelumnya, hujan mengguyur kawasan ini sejak Kamis (26/3) sore. Banjir bandang terjadi diduga karena tinggi air sudah melewati batas maksimum ketinggian yang dapat ditampung situ. "Waktu itu, saya mendengar ada suara gemuruh. Tak tahunya air sudah ada di samping rumah," katanya.
    Bersama anggota keluarga lainnya, Tia pun langsung beranjak ke jalan raya yang tidak jauh jaraknya. "Di sana sudah berkumpul banyak orang," ucapnya. Ia mengungkapkan, dirinya sempat mendengar tetangganya di warung rokok menjerit-jerit dan terbawa arus.
    Seorang warga lainnya, Uci (55) menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berada di Pasar Cipete untuk berjualan tahu. Tiba-tiba dia ditelefon dari rumahnya yang mengatakan ada banjir di samping rumah. "Ketika datang ke rumah, saya kaget. Ini mengingatkan seperti bencana longsor di Sangiang dulu (Kec. Talaga, Kab. Majalengka)," kata Uci, warga asal Cibunut, Kec. Argapura, Kab. Majalengka.
    Korban tewas
    Jumlah korban tewas akibat tragedi yang memilukan tersebut memang beragam. Pemkab Tangerang menyebut jumlah korban tewas mencapai 66 orang, sedangkan Pemkot Tangerang mencatat 51 orang tewas. Sementara data di Depkes, jumlah korban tewas mencapai 58 orang dan 173 lainnya luka-luka, dan posko pengaduan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mencatat korban tewas 58 orang dan 23 warga lainnya dilaporkan hilang. Sedangkan Satkorlak Pemprov Banten mendapat laporan 44 orang dinyatakan hilang.
    "Sampai pukul 15.35 WIB saya tadi terima laporan dari posko masih ada 44 orang yang hilang. Tapi ini masih berlanjut. Ini masih sementara," ujar Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Pemprov Banten Zainal Aminin.
    Sebagian besar korban tewas disebabkan paru-paru korban dipenuhi air. Meski ditemui adanya cedera, hal itu tak berpengaruh terhadap kematian korban. Demikian dikemukakan ahli forensik di RS Fatmawati Jakarta Selatan, Andriani kepada wartawan. "Semuanya mati lemas akibat terendam air," katanya.
    Kerusakan yang ditimbulkan akibat jebolnya Situ Gintung diperkirakan mencapai sejauh lima kilometer, termasuk tiga kampung yang mengalami rusak parah.
    Menurut Zainal Aminin, tiga kampung yang mengalami rusak parah adalah Kampung Gintung, Poncol, dan Samratek. Ketiganya berada di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang.
    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Chryshnanda mengatakan, jenazah korban yang ditemukan dibawa ke RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, posko Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan STIE Achmad Dahlan.
    Jebol tiba-tiba
    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menjelaskan, dari sisi teknis tanggul Situ Gintung jebol karena tidak mampu lagi menampung debit air yang sangat besar. Limpahan air yang begitu banyak dalam waktu singkat membuat dinding tanggul jebol secara tiba-tiba.
    Pemerintah pun telah memanggil konsultan dari Jepang untuk memperbaiki bendungan dan akan langsung dikerjakan. "Jangka pendeknya langsung dikerjakan. Itu sudah saya panggil para ahli dari Jepang," ujarnya.
    Djoko menuturkan, untuk sementara, supaya tembok bendungan yang tersisa tidak longsor akan dipasangi pelindung tebing atau kasur batu (bronjong).
    Ia menjelaskan, kapasitas tampung Situ Gintung sendiri sebenarnya mencapai 1,5 juta meter kubik, tetapi akibat hujan yang sangat deras yang diduga akibat anomali cuaca, air tidak mampu ditampung ke saluran pelimpah.
    Hampir seharian, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Muhammad Jusuf Kalla, dan sejumlah menteri, seperti Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Menkes Siti Fadilah Supari, serta Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meninjau lokasi bencana itu.
    Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan kepada para korban antara Rp 5 juta-Rp 30 juta per kepala keluarga. "Untuk masyarakat yang terkena bencana diberikan bantuan untuk yang ringan Rp 5 juta, rusak sedang Rp 15 juta, dan maksimal Rp 30 juta," ujarnya, seraya mengatakan dana tersebut berasal dari APBN. (A-75/A-94/A-156/H-28/H-0***
    PIKIRAN RAKYAT - Tragedi Situ Gintung


    Kronologi Kejadian

    BERIKUT kronologi peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung seperti dikutip dari pmicilegon.org:
    Kamis 26 MaretPukul 16.00 WIB, hujan deras disertai es dan angin kencang melanda kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya, termasuk wilayah Ciputat dan Cirendeu.
    Pukul 23.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah tanggul.
    Pukul 24.00 WIB, beberapa warga mulai berbenah dan siap.
    Jumat 27 Maret
    Pukul 3.00, warga mulai mendengar suara gemuruh lebih keras dari sebelumnya. Suara berasal dari arah tanggul. Tanggul jebol.
    Pukul 3.30 WIB, air sudah menerjang Kampung Situ RT 1/8 Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.
    Pukul 4.00 WIB, warga mulai mengungsi. Air meninggi.
    Pukul 05.00, beberapa warga mulai naik ke atap rumah, pertolongan dari warga yang rumahnya tidak terendam.***
    PIKIRAN RAKYAT - Kronologi Kejadian



    "Al Barkah" Tetap Berdiri Kokoh



    HAMPIR pada setiap musibah, ada saja peristiwa aneh yang sulit dipercaya dengan akal. Ada korban longsor masih hidup meski berjam-jam terkurung reruntuhan. Atau, ada korban yang selamat setelah berhari-hari terombang-ambing di laut dengan peralatan apa adanya.
    Peristiwa yang sulit dipercaya akal juga terjadi pada tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, di Cireundeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten (wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta). Peristiwa tersebut telah menewaskan puluhan jiwa, ratusan rumah hancur, dan harta benda yang hilang.
    Peristiwa ini seakan membukakan mata akan kekuasaan Allah SWT. Masjid Al Barkah masih berdiri kokoh, meski diterjang air bah, yang justru telah meluluhlantakkan puluhan rumah yang ada di sekitar masjid.
    Terjangan air bah dan lumpur yang dahsyat, tidak membuat masjid berlantai dua tersebut roboh. Dari jauh, masjid itu terlihat berdiri masih kokoh, meski di sekelilingnya dipenuhi lumpur tebal.
    Permukiman penduduk di sekitar masjid sudah hancur dihantam banjir akibat jebolnya tanggul Situ Gintung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda itu. Hanya sedikit tembok masjid yang rusak.
    Tak hanya masjid, kejutan lain juga terjadi di ruang Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
    Di ruangan tersebut ditemukan Alquran yang masih utuh dan dalam keadaan kering. Alquran tersebut ditemukan di atas meja yang penuh air dan berlumpur.
    Alquran yang ditemukan dalam keadaan utuh dan kering itu tentu merupakan suatu peristiwa yang sulit diterima akal. Sebab, sejumlah barang seperti meja, televisi, komputer, dan lainnya yang ada di ruangan tersebut sudah terempas air dan lumpur.
    "Sejarahnya, Alquran ini merupakan hadiah dari Kedutaan Arab Saudi pada tahun 1990-an. Memang Alquran ini sering digunakan para dosen," kata salah seorang dosen UMJ, Yati Suyati.
    Alquran berukuran besar dan berwarna hijau itu saat ini telah disimpan di tempat yang lebih aman.
    Selain masjid dan Alquran, ada juga musala yang tetap berdiri kokoh di tengah reruntuhan bangunan yang hancur. Adalah Musala Al Muhajirin yang terletak di RT 04 RW08, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat. Musala yang berada tepat di tengah-tengah permukiman warga itu terlihat utuh, meskipun rumah yang ada di sekitarnya sudah rusak akibat disapu air bah dan lumpur. (H. Mangarahon Dongoran/H. Agus Ibnudin/ Lina Nursanty/ "PR")***
    PIKIRAN RAKYAT - "Al Barkah" Tetap Berdiri Kokoh


    Jerit dan Tangis Silih Berganti

    SATU per satu warga terus berdatangan. Ruang pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, makin ramai dipadati orang. Jeritan, tangisan, dan tatapan nanar silih berganti terjadi di ruangan yang didominasi cat putih itu, Jumat (27/3) sore.
    Ruang jenazah yang biasanya sepi, hari itu mendadak ramai. Mereka adalah sanak keluarga korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Kel. Cireundeu, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Berbekal kepanikan dan wajah penuh harap, mereka berkumpul di depan papan pengumuman nama jenazah yang dipenuhi foto-foto korban.
    Di antara puluhan orang yang lalu-lalang lemah itu, Marikem (55) hanya bisa duduk tertegun. Kedua tangannya gemetar. Ia baru saja mengetahui sang keponakan yang tengah hamil tua didapati telah terbujur kaku di ruang jenazah. Nama wanita malang itu, Puji Lestari (23) terpampang di papan pengumuman ruang jenazah sebagai salah satu korban yang berhasil dievakuasi. "Saya enggak percaya. Harusnya dia pulang kampung ke Wonogiri kemarin," ujarnya, terbata-bata.
    Marikem berkisah, sejak menikah sepuluh bulan lalu, Puji hidup berdua dengan suaminya Sumar di Kp. Poncol, Kel. Cireundeu. Tepatnya di kamar kontrakan yang terletak di pinggir Kali Pesanggrahan yang menjadi saluran meluapnya air Situ Gintung. "Sekarang saya juga enggak tahu di mana suaminya itu. Belum ketemu," ujar wanita yang tinggal di Rempoa, Jakarta Selatan itu.
    Berdasarkan informasi yang diperoleh Marikem, Puji ditemukan tewas di dalam kamar kontrakannya. Diduga, Puji tidak sempat menyelamatkan diri ketika banjir bandang akibat tanggul jebol itu menghantam.
    Selain sanak saudara, teman-teman pun turut mencari. Seperti Juju (25) yang menunggu jenazah kedua rekannya yang terbawa hanyut dalam tragedi itu. Anita Bella (25) dan Dian Maryani (25), adalah dua rekan kerja Juju di salah satu hipermarket di kawasan Lebakbulus.
    Bella yang asal Makassar dan Dian asal Lampung itu tinggal di rumah kos yang sama di Perumahan Cireundeu Permai. Menurut Juju, dirinya tidak sempat bertemu Bella, karena Bella sedang cuti. Sedangkan Dian, Juju masih sempat bertemu pada Kamis (26/3) malam di tempat kerjanya.
    **
    SALAH seorang saksi mata, warga Jln. Bukit Cireundeu, Kompleks Cireundeu Permai, Titin (30) mengatakan bahwa air mulai memasuki ruangan rumahnya pada pukul 4.45 WIB subuh. Ia segera melarikan diri ke lantai dua rumahnya. Pada saat itu, ia menyaksikan air yang membawa aneka kayu dan sampah memasuki rumahnya dan memecahkan kaca serta menyeret segala perabotan yang ada. Tinggi air di dalam rumahnya hampir melampaui pintu atau sekitar 2 hingga 2,5 meter. "Pagar rumah juga sampai penyok dan bentengnya jebol," ujarnya.
    Di Perumahan Cireundeu Permai, warga masih bekerja keras mengeluarkan genangan lumpur yang mencapai kedalaman hingga tiga puluh sentimeter di dalam rumahnya. Di sepanjang jalan raya kompleks yang diaspal itu, terlihat puluhan mobil rusak terseret arus, beberapa di antaranya mobil mewah seperti BMW. Selain mobil, aneka barang dan perabotan rumah tangga juga tergeletak di beberapa ruas jalan dalam kompleks mewah itu.
    Rumah milik Kak Seto pun tak luput dari bencana. Satu unit mobil Kijang miliknya terseret arus sepanjang kurang lebih dua puluh meter dan tersangkut di ayunan yang biasa digunakan anak-anak didik home schooling yang dikelolanya.
    Pada saat kejadian, Kak Seto sedang berada di Kota Padang. Kakaknya, Ir. M. Budhihardjo menuturkan bahwa pada saat banjir melanda, dirinya baru menunaikan salat Subuh. "Volume air terus bertambah dengan arus kencang dalam hitungan detik hingga ketinggian di atas pintu itu," ujarnya, sambil menunjuk ke arah pintu rumahnya setinggi hampir tiga meter itu di Jln. Cireundeu Permai I No. 13. (Lina Nursanty/"PR")***
    PIKIRAN RAKYAT - Jerit dan Tangis Silih Berganti


    TUNGGU DULU

    DI balik musibah ternyata ada hikmah. Saat melakukan pencarian korban akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, tim SAR justru menemukan ikan patin seberat lima puluh kilogram. Anggota tim SAR Ikmal Ramdhan dan Iman sedang menyisir reruntuhan. Saat itu, Ikmal melihat gerakan di antara reruntuhan rumah. Ternyata itu adalah ikan patin berukuran 1,5 meter dan berat lima puluh kilogram, yang sangat jarang ditemukan. Ikan patin raksasa tersebut saat ini menjadi perhatian dan tontonan warga karena ikan berukuran besar ini sangat jarang terlihat warga. (dtc)***

    ( Sayang kolom TUNGGU DULU dari PR tidak ada fotonya ya.... )

  2. 4M3T's Avatar
    4M3T is offline RegularFishy 4M3T is on a distinguished road
    Real Name
    Amet
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Cibinong - Bogor
    Posts
    120

    Dua Bendungan Besar di Jabar Bocor

    BANDUNG, (PR).-
    Dua dari dua puluh bendungan skala besar yang berada di bawah penanganan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jabar, terdeteksi mengalami kebocoran. Kedua bendungan tersebut adalah bendungan di Waduk Darma Kab. Kuningan dan Waduk Cipancu Kab. Indramayu.
    Kebocoran tersebut apabila dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya peronggaan di tubuh bendungan. Namun, saat ini PSDA telah melakukan berbagai rehabilitasi dan treatment untuk menjaga kondisi bendungan tersebut agar kebocoran tidak semakin parah. Bahkan, saat ini pun bendungan Waduk Cipancu dalam proses rehabilitasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
    Hal itu dikatakan Kepala Bidang Operasi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jabar Endang Kusnadi, yang dihubungi di Bandung, Jumat (27/3).
    Endang menjelaskan, berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan, telah terdapat kebocoran di kedua bendungan tersebut. Khusus untuk Waduk Darma, kebocoran terjadi akibat tubuh bendungan yang digunakan sebagai jalan bagi lalu lintas umum.
    Namun, saat ini Dinas Bina Marga Jabar telah membuat jalan lingkar untuk menggantikan jalan tersebut. Dengan demikian, diharapkan tubuh bendungan tidak lagi digunakan sebagai jalan umum untuk menghindari terjadinya kebocoran.
    Sementara itu, di Waduk Cipancu, kebocoran yang ada telah menyebabkan terjadinya peronggaan di bagian bawah bendungan. Akibat peronggaan tersebut, terjadi penurunan tubuh bendungan atau ambles. Namun, Endang mengungkapkan, saat ini telah dilakukan rehabilitasi atas bendungan tersebut.
    Endang mengakui, pada dasarnya seluruh bendungan yang ada sudah waktunya untuk direhabilitasi. Meski demikian, ia menegaskan secara keseluruhan semua bendungan skala besar yang ada di Jabar dalam kondisi aman dan terus terpantau.
    "Kami terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap semua bendungan. Terutama bagi tiga bendungan besar yaitu Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, dan Saguling yang terus dilakukan pemantauan dengan ketat, " ujarnya.
    Menurut Endang , khusus untuk ketiga bendungan tersebut, setiap minggu selalu dilakukan pengamatan pergerakan air secara vertikal dan horizontal. Hal ini dimaksudkan agar kondisi bendungan terus terpantau.
    Sementara, untuk bendungan lainnya, Endang mengaku perlu dilakukan pemantauan secara ekstra. Sebab, posisi tubuh bendungan tersebut melingkar dan tidak simetris dengan jalur. Akibatnya, ada kesulitan tersendiri ketika dilakukan pemantauan.
    Meski demikian, Endang mengungkapkan, PSDA terus memantau semua kondisi bendungan yang ada. "Kejadian runtuhnya bendungan Situ Gintung telah melecut PSDA Jabar untuk lebih memantau kondisi bendungan-bendungan yang ada," katanya. (A-18***
    PIKIRAN RAKYAT - Dua Bendungan Besar di Jabar Bocor

  3. Real Name
    willywilly
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    indonesia/jakarta
    Posts
    437

    Tragedi Situ Gintung

    Salam Lh, salam hormat.

    Dengan ini turut mengucapkan turut berdukacita kepada korban bencana.
    Semoga tidak terulang lagi dan adaantisipasi dari ahli bendungan di tempat lain.
    (mohon maaf jika keluar dari topic)
    wasalam.

  4. boez_ars is offline RegularFishy boez_ars is on a distinguished road
    Real Name
    Aris Sutrisna
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    Bogor
    Posts
    8

    Turut berduka cita atas jatuhnya jiwa, bagian dari rakyat Indonesia
    Semoga menjadi pelajaran terkait kepedulian kita terhadap lingkungan...
    go Green!!
    Pengelolaan lingkungan harus terintegrasi dari hulu ke hilir.. Perlu dukungan serta peran serta masyarakat dan pemerintah

  5. pcgun's Avatar
    pcgun is offline RegularFishy pcgun will become famous soon enough pcgun will become famous soon enough
    Real Name
    gun
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    kedinten
    Posts
    644

    semoga pemerintah segera tanggap lingkungan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi..untuk keluarga korban semoga di beri ketabahan, amien..

  6. supergol's Avatar
    supergol is offline RegularFishy supergol is on a distinguished road
    Real Name
    vigor
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Jakarta Timur
    Posts
    137

    Turut berbelasungkawa kepada teman2 FF khususnya dan masyarakat Cireundeu, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten; umumnya.
    semoga Tuhan memberkati dan memberi ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan.
    semoga kita semakin sadar dengan kesehatan bumi kita...
    kita bisa belajar dari hal yang paling kecil, yi, "seandainya kita tidak mau/bisa membersihkan, kita jangan mengotori".

  7. Real Name
    willywilly
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    indonesia/jakarta
    Posts
    437

    Tragedi Situ Gintung

    Salam LH,
    Seturut ucapkan duka cita kpd keluarga yg ditinggalkan.

    Setelah banyak investigasi dan pernyataan2 pakar lingkungan, menyatakan penyebabnya adalah human error yg melalaikan tugas dan bukan bencana alam? Mari kita diskusi ttg faktor kelalaian dan info info dari beberapa nara sumber.ditunggu sumbangan informasinya.
    Demikian dan trims

  8. @Chandra's Avatar
    @Chandra is offline RegularFishy @Chandra is on a distinguished road
    Real Name
    Chandra Iriadi
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Banjarbaru,kalimantan selatan
    Posts
    191

    Innalilahi wainna 'ilahi roji'un,saya ikut berduka atas kejadian ini, mari kita jadikan ini sebuah pelajaran berharga dmana apabila kita lupa akan merawat Alam dan lupa kepada Sang Pencipta,maka akan datang lah bencana yg tdak dsangka2, dr sni dapat d ambil pelajaran betapa kecil dan tak berdayax kita dhadapan Sang Pencipta!
    syukur ku ucapkan pada ALLAH SWT
    Patuhilah nasehat AYAH & IBU,
    Email : iriadic@yahoo.co.id

  9. Pandjul_DJ's Avatar
    Pandjul_DJ is offline RegularFishy Pandjul_DJ has a spectacular aura about Pandjul_DJ has a spectacular aura about Pandjul_DJ has a spectacular aura about
    Real Name
    Yanto
    Join Date
    Jan 2007
    Location
    Cakung - Jakarta Timur
    Posts
    697

    Atas nama pribadi & keluarga
    Turut berbelasungkawa kepada teman2 FF khususnya dan masyarakat Cireundeu, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten; umumnya.

    semoga kita semakin peduli kepada bumi kita...
    ANAK KECIL NYARI CACING
    DARI KECIL UDAH DOYAN MANCIIIIING

  10. Ca_eL is offline RegularFishy Ca_eL is on a distinguished road
    Real Name
    Octan Akbar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    Jakarta - Balikpapan
    Posts
    65

    INNALILLAHI WA INNA ILLAIHI ROJI'UN..

    Turut berduka cita yang sedalam2nya kepada rekan FFers khususnya, dan masyarakat Cireundeu, Banten. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima cobaan ini.....

    Dan menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih menghargai alam yang selalu kita eksploitasi kekayaannya...

Closed Thread
Page 1 of 2
1 2 LastLast

Similar Threads

  1. Informasi spot mancing di situ Gintung.
    By bmoer in forum FishyWild
    Replies: 56
    Last Post: 31-03-2009, 15:31
  2. Replies: 40
    Last Post: 30-03-2009, 13:15
  3. Tragedi Tsunami Situ GIntung
    By zabita in forum FishyTalk
    Replies: 0
    Last Post: 27-03-2009, 13:18
  4. Situ Lembang
    By tumbuh99 in forum FishyTrip
    Replies: 5
    Last Post: 12-07-2008, 21:35
  5. [Ask] Situ Gintung - Ciputat
    By boahaya in forum FishyWild
    Replies: 4
    Last Post: 26-11-2007, 12:39

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts