Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Karena koneksi CBN di kantor lelet mulu, jadinya report LB Menganti yang maunya diposting abis mudik telat sampe sekarang.
Maaf kalau laporannya kurang jelas maklum gak pinter cerita, cuma saya coba bantu dengan meng-upload foto-foto LB Menganti.
Report akan saya coba susun perhari ( kalau masih inget ), jadi harap jangan bosen online.
Setelah selama di Jakarta cuma bisa ngegarong, pas mudik lebaran 2007 ini. Teman di Gombong ngajakin nyoba LB Menganti yang sebelum bulan puasa ini hasilnya cukup menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hari pertama masih terlalu cape, jadi diputuskan untuk berangkat keesokan harinya ....
1. TPI Menganti
2. Pantai barat TPI Menganti
3-5 Sisi timur Mercusuar, spot tujuan LB
[quote=willy;107621]Karena koneksi CBN di kantor lelet mulu, jadinya report LB Menganti yang maunya diposting abis mudik telat sampe sekarang.
Maaf kalau laporannya kurang jelas maklum gak pinter cerita, cuma saya coba bantu dengan meng-upload foto-foto LB Menganti.
Report akan saya coba susun perhari ( kalau masih inget ), jadi harap jangan bosen online.
Setelah selama di Jakarta cuma bisa ngegarong, pas mudik lebaran 2007 ini. Teman di Gombong ngajakin nyoba LB Menganti yang sebelum bulan puasa ini hasilnya cukup menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hari pertama masih terlalu cape, jadi diputuskan untuk berangkat keesokan harinya ....
Habitat mas Soni waktu masih muda ya? Sekarang masih sering berkunjung ngga ?
Atau sudah terlalu sibuk bikin lure?
Setelah selama di Jakarta cuma bisa ngegarong, pas mudik lebaran 2007 ini. Teman di Gombong ngajakin nyoba LB Menganti yang sebelum bulan puasa ini hasilnya cukup menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hari pertama masih terlalu cape, jadi diputuskan untuk berangkat keesokan harinya ....
Wah saya dari Yogya malu banget belum pernah mengail ditempat sebagus itu, kalah ma yang dari Jakarta dunk...Desember pas liburan gue mau coba achhhhhhhhh. Thanks Report nya
Setelah beristirahat dari 17 jam menyetir dari Slipi s/d Gombong semalam, pagi ngumpul-ngumpul dengan teman-teman angler dari Gombong.
Diputuskan untuk mencoba LB Menganti, berhubung beberapa waktu terakhir selama bulan puasa belum ada yang mencoba dan tidak ada report dari Menganti. Kebanyakan teman masih ragu-ragu untuk berangkat, untungnya Toro bersedia kabur dari kerjaan dan Herry juga nggak ada kesibukan jadi disetujui berangkat jam 15.00.
Bermodal joran teleskopik Exory Terminator 3m dan Reel Shimano Stella 6000 FA pinjaman dari Heru ( yang kebetulan masih kakak kandung ), Rapala Redhead CD14 dan CD11 yang saya bawa dari Jakarta berhubung waktu di Jakarta report dari Gombong GT di Menganti waktu-waktu sebelumnya seringkali strike dengan minnow dengan type Deep Diver. Juga beberapa minnow buatan sendiri yang masih bisa ketemu setelah mengacak-acak kamar, peninggalan kalau nggak salah tahun 2004. Heru yang tadinya nggak berminat ikut, akhirnya tergoda juga. Setelah menjemput Toro dan Herry, mampir kerumah Tato yang ternyata orangnya gak tahu kemana.
Kurang lebih setengah jam perjalanan sampailah di TPI Menganti, setelah mempersiapkan peralatan yang akan dibawa dengan semangat 45 langsung menuju sisi timur Mercusuar. Sementara Heru memutuskan menempati spot di Karang Malang ( Watu Bingung ) sendirian disebelah barat Mercusuar, setelah berjalan kurang lebih 10 menit sampailah disisi timur Mercusuar ( gambar 1 ).
Warna air laut lumayan bagus tetapi angin cukup kencang sehingga ombak lumayan besar, maklum juga Menganti masih termasuk Laut Selatan. Yang lebih mengecewakan ternyata Gedogan ( gambar : 4 ) yang selama ini merupakan spot favorit dikarenakan posisinya yang cukup tinggi dari permukaan air dan paling sering menghasilkan GT dengan ukuran besar ( rekor pribadi GT 18 kg : gambar 2 ) sudah ada yang menempati. Akhirnya diputuskan casting dari Watu Tengah bersama Toro, yang sebenarnya riskan untuk cuaca seperti ini dan sore itu jadwal air pasang ( gambar : 3 ).
Sementara Herry menuju Karang Tieng ( gambar : 5 ) yang sebenarnya hanya beberapa meter disebelah kanan Watu Tengah, lokasinya relatif lebih aman karena lebih tinggi dari pernukaan air. Ternyata sampai gelap tidak ada sambaran sama sekali, begitu juga dengan Hanny dan Dede yang ternyata menempati Gedogan. Heru juga bernasib sama di Watu Malang, mungkin dikarenakan ikan-ikan kecil ( lokal : trik / lemuru kecil ) yang biasanya menjadi makanan alami GT tidak kelihatan.
Sabaaar doong oom, kan ceritanya mesti pelan-pelan ...
buat bocoran, aku upload fotonya tapi sengaja aku buat kabur biar penasaran
tunggu saatnya aja, nanti pasti ada deh ....
Tapi kalau dikasih laler ijo, nanti aku pertimbangkan deh bisa cepet apa nggak bikin reportnya ....
Setelah selama di Jakarta cuma bisa ngegarong, pas mudik lebaran 2007 ini. Teman di Gombong ngajakin nyoba LB Menganti yang sebelum bulan puasa ini hasilnya cukup menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hari pertama masih terlalu cape, jadi diputuskan untuk berangkat keesokan harinya ....
Wah saya dari Yogya malu banget belum pernah mengail ditempat sebagus itu, kalah ma yang dari Jakarta dunk...Desember pas liburan gue mau coba achhhhhhhhh. Thanks Report nya
Kalau tempatnya seperti ini apa sempet mancing ya? Jangan2 cuma Bengong menikmati keindahan tempatnya trus lupa mancingnya. Ha3
Sabaaar doong oom, kan ceritanya mesti pelan-pelan ...
buat bocoran, aku upload fotonya tapi sengaja aku buat kabur biar penasaran
tunggu saatnya aja, nanti pasti ada deh ....
Tapi kalau dikasih laler ijo, nanti aku pertimbangkan deh bisa cepet apa nggak bikin reportnya ....
Itu foto di buat kabur apa memang ada kesalahan teknis waktu take shoot?
Nih gua kirimi cendol dah demi menunggu serial nya .
Pak Jupri, dulu memang mas Soni sering ke Gombong, Menganti & pantai Ayah / Logending. Mungkin karena sekarang udah banyak yang pindah keluar kota jadi susah ngumpul, mas Soninya jadi jarang ke Gombong.
Selain di Menganti harapan untuk strike GT dengan ukuran yang cukup besar, memang pemandangannya juga bagus. Jadi walau pun nglempar umpan trus gulung ratusan kali tanpa strike, nggak berasa cape dan kapok walau pun boncos lagi.... Apalagi kalau cuaca mendukung, langit cerah dan air lautnya biru. Waduh, udah yakin siap-siap mau narik GT aja ...
Saya upload 3 foto lagi pemandangan Menganti buat Pak Jupri, Oom Rudy thanks cendol ijonya. Yang seru masih 2 trip lagi, tunggu'in aja moga-moga internet nggak down mulu.
Pak Jupri, dulu memang mas Soni sering ke Gombong, Menganti & pantai Ayah / Logending. Mungkin karena sekarang udah banyak yang pindah keluar kota jadi susah ngumpul, mas Soninya jadi jarang ke Gombong.
Selain di Menganti harapan untuk strike GT dengan ukuran yang cukup besar, memang pemandangannya juga bagus. Jadi walau pun nglempar umpan trus gulung ratusan kali tanpa strike, nggak berasa cape dan kapok walau pun boncos lagi.... Apalagi kalau cuaca mendukung, langit cerah dan air lautnya biru. Waduh, udah yakin siap-siap mau narik GT aja ...
Saya upload 3 foto lagi pemandangan Menganti buat Pak Jupri, Oom Rudy thanks cendol ijonya. Yang seru masih 2 trip lagi, tunggu'in aja moga-moga internet nggak down mulu.
Kalau begini ntar ada anggota FF yang bikin Villa disana buat Gathering lho, ngobrol sambil ngopi & lihat laut saja stress udah ilang semua.
Ngomong2 kenal sama Mbun Siong, pak Slamet Cs ya.
Tahu sih pak tapi nggak begitu kenal, dulu memang rombongan dari Parakan sering ke Menganti. Base-nya di pantai Logending/Ayah di hotel atau di rumah pak Nanang, kadang-kadang dari Parakan bawa motor trail diangkut dengan L300 pick up. Waktu itu jalan ke Menganti masih jelek, jadi memang lebih baik pakai motor.
Kalau nggak salah dari tahun 80an, banyak tempat yang saya sendiri belum pernah mereka udah coba semua.
Saya sendiri nggak begitu kenal karena tahu belakangan, yang kenal kakak saya Heru ( Hansiong ). Kalau nggak salah ada Gosong ( Hansiong), Yoyong, Ie Siong, Wipo, dll.
Cuma sekarang sudah nggak ada kabarnya sama sekali, dulu kalau nginep lumayan lama juga.
Karena, kemarin hasilnya nol besar, hari ini tinggal 3 orang yang berminat berangkat. Setelah jemput Toro, kemudian jemput Tato yang kemarin nggak ada waktu dijemput. Kurang lebih jam 15.30 sudah sampai di TPI Menganti, setelah mempersiapkan peralatan langsung berangkat menuju lokasi.
Dari atas bukit tampak bahwa kondisi air hari ini lebih bagus dibanding kemarin, air lebih jernih dan angin relatif tenang. Diputuskan lokasi memancing hari ini di Gedogan ( gambar 1 ), setelah setting peralatan langsung dengan semangat umpan dilemparkan, tarik, lempar, tarik, kaya pemancing professional ( walau pun sebenarnya cuma Tim SEMPRUL / penggembira ).
Di Watu Tengah tampaknya ada pemancing yang datang, walau pun tidak terlalu jelas. Kelihatan kalau bukan angler yang biasa memancing di Menganti, karena memancing dengan tehnik dasaran dengan peralatan untuk kolam/waduk. Karena di Menganti 100% bagian dasarnya berupa karang, tiap kali lempar pasti nyangkut dan pasti putus karena goyangan ombak dibawah membawa umpan nyangkut di karang-karang. Makanya selain penduduk lokal ( nelayan ), jarang ada pemancing yang mancing dasar di Menganti kecuali dibeberapa spot disebelah barat Mercusuar yang relatif tenang.
Tiba-tiba Toro di sebelah kanan ribut-ribut, rupanya strike GT. Langsung aja aku lari cari kamera digital yang sengaja dibawa dari Jakarta untuk momen-momen begini, buat laporan di Fishy Forum. Kalau melihat dari lengkungan joran ( gambar 2-3 ) mestinya ikan yang menyambar umpan nggak terlalu besar, tetapi kelihatannya Toro kesulitan. "Gimana sih Ro, bisa mancing apa nggak sih?" sengaja kita ledekin biar grogi ( sirik juga sih kenapa dia yang strike ) apalagi setelah ikan nongol di permukaan air ukurannya hanya 21/2-3 kg saja. "Apa nggak bisa ditanting aja? ( jawa : diangkat menggunakan ayunan joran ), kamu kan pake PE4 pasti kuat. Rupanya reel Shimano NAVI 8000PG yang dipake Toro, tidak mau mengunci di rotornya. Jadi handle bisa memutar maju dan mudur, jadi ikan mesti diganco juga oleh Tato ( gambar 4 ).
Bisa ketawa deh Toro, berhasil juga dapet GT walau pun kecil, habis urusan ikan Toro beres. Semangat lagi casting ketubiran sisi kiri Gedogan, di Menganti sering kali strike GT arah lemparan umpan ( minnow ) bukan ke arah tengah ( laut lepas ) melainkan tubiran karang sehingga kadang umpan menyangkut di karang. Yang untungnya dengan mengendorkan kenur biasanya minnow bisa mengambang dan lepas dari karang, tetapi beda ceritanya dengan Rapala CD14 yang saya pakai karena lidahnya terbuat dari Stainless stell jadi berat dan cenderung tenggelam. Biasanya GT berukuran 1-3 kg datang berombongan, tapi yang ini kaya'nya ikan nyasar karena tidak ada strike lagi. Iseng-iseng saya perhati'in goyangan minnow yang saya pakai waktu mau naik ke permukaan, Gedogan tingginya kurang lebih 2-3 dari permukaan air dan kedalaman air tepat dibawah Gedogan sekitar 6-7 meter. Tiba-tiba minnow Rapala redhead CD14 yang hampir keluar dari permukaan air disambar ikan, karena terlalu cepat dan ada ombak jadi tidak terlalu jelas. Ikan yang ukurannya pasti dibawah 2 kg sempat nyangkut sebentar, goyang 2 kali trus lepas lagi.
Toro ketawa ngakak, "Iya tuh ncek ( dia panggil aku Ncek, kaya keponakanku kalau manggil ), itu tuh ikan yang sering eker-eker ( kaya ayam kalau lagi cari makan, cakar-cakar tanah ) dibawah kaki. Lumayan buat bikin kaget, sering makan tapi lebih sering mocelnya".
Ya apa mau dikata, paling nggak udah ngrasa'in strike walau pun sebentar dan ikan berhasil kabur. Juga trip hari ini ada hasilnya, cuaca juga sudah mulai bagus.....
Karena, kemarin hasilnya nol besar, hari ini tinggal 3 orang yang berminat berangkat. Setelah jemput Toro, kemudian jemput Tato yang kemarin nggak ada waktu dijemput. Kurang lebih jam 15.30 sudah sampai di TPI Menganti, setelah mempersiapkan peralatan langsung berangkat menuju lokasi.
Dari atas bukit tampak bahwa kondisi air hari ini lebih bagus dibanding kemarin, air lebih jernih dan angin relatif tenang. Diputuskan lokasi memancing hari ini di Gedogan ( gambar 1 ), setelah setting peralatan langsung dengan semangat umpan dilemparkan, tarik, lempar, tarik, kaya pemancing professional ( walau pun sebenarnya cuma Tim SEMPRUL / penggembira ).
Di Watu Tengah tampaknya ada pemancing yang datang, walau pun tidak terlalu jelas. Kelihatan kalau bukan angler yang biasa memancing di Menganti, karena memancing dengan tehnik dasaran dengan peralatan untuk kolam/waduk. Karena di Menganti 100% bagian dasarnya berupa karang, tiap kali lempar pasti nyangkut dan pasti putus karena goyangan ombak dibawah membawa umpan nyangkut di karang-karang. Makanya selain penduduk lokal ( nelayan ), jarang ada pemancing yang mancing dasar di Menganti kecuali dibeberapa spot disebelah barat Mercusuar yang relatif tenang.
Tiba-tiba Toro di sebelah kanan ribut-ribut, rupanya strike GT. Langsung aja aku lari cari kamera digital yang sengaja dibawa dari Jakarta untuk momen-momen begini, buat laporan di Fishy Forum. Kalau melihat dari lengkungan joran ( gambar 2-3 ) mestinya ikan yang menyambar umpan nggak terlalu besar, tetapi kelihatannya Toro kesulitan. "Gimana sih Ro, bisa mancing apa nggak sih?" sengaja kita ledekin biar grogi ( sirik juga sih kenapa dia yang strike ) apalagi setelah ikan nongol di permukaan air ukurannya hanya 21/2-3 kg saja. "Apa nggak bisa ditanting aja? ( jawa : diangkat menggunakan ayunan joran ), kamu kan pake PE4 pasti kuat. Rupanya reel Shimano NAVI 8000PG yang dipake Toro, tidak mau mengunci di rotornya. Jadi handle bisa memutar maju dan mudur, jadi ikan mesti diganco juga oleh Tato ( gambar 4 ).
Bisa ketawa deh Toro, berhasil juga dapet GT walau pun kecil, habis urusan ikan Toro beres. Semangat lagi casting ketubiran sisi kiri Gedogan, di Menganti sering kali strike GT arah lemparan umpan ( minnow ) bukan ke arah tengah ( laut lepas ) melainkan tubiran karang sehingga kadang umpan menyangkut di karang. Yang untungnya dengan mengendorkan kenur biasanya minnow bisa mengambang dan lepas dari karang, tetapi beda ceritanya dengan Rapala CD14 yang saya pakai karena lidahnya terbuat dari Stainless stell jadi berat dan cenderung tenggelam. Biasanya GT berukuran 1-3 kg datang berombongan, tapi yang ini kaya'nya ikan nyasar karena tidak ada strike lagi. Iseng-iseng saya perhati'in goyangan minnow yang saya pakai waktu mau naik ke permukaan, Gedogan tingginya kurang lebih 2-3 dari permukaan air dan kedalaman air tepat dibawah Gedogan sekitar 6-7 meter. Tiba-tiba minnow Rapala redhead CD14 yang hampir keluar dari permukaan air disambar ikan, karena terlalu cepat dan ada ombak jadi tidak terlalu jelas. Ikan yang ukurannya pasti dibawah 2 kg sempat nyangkut sebentar, goyang 2 kali trus lepas lagi.
Toro ketawa ngakak, "Iya tuh ncek ( dia panggil aku Ncek, kaya keponakanku kalau manggil ), itu tuh ikan yang sering eker-eker ( kaya ayam kalau lagi cari makan, cakar-cakar tanah ) dibawah kaki. Lumayan buat bikin kaget, sering makan tapi lebih sering mocelnya".
Ya apa mau dikata, paling nggak udah ngrasa'in strike walau pun sebentar dan ikan berhasil kabur. Juga trip hari ini ada hasilnya, cuaca juga sudah mulai bagus.....
bersambung....
Nice trip, nice report. Empat jempol Will, buat anda.