+ Reply to Thread
Page 1 of 9
1 2 3 4 5 6 ... LastLast
Results 1 to 10 of 90

Thread: Fishfinder – single beam sonar 101

  1. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Fishfinder – single beam sonar 101

    Gentlemen,

    Saya sudah baca bagian ini mundur ke 2004, tetapi nampaknya tetap banyak pertanyaan mengenai Fishfinder sampai hari ini.

    Ini saya sumbangkan tulisan untuk yang ingin mengerti secara umum mengenai fishfinder.

    Sebagian informasi saya ambil dari berbagai sumber, selain juga dari personal knowledge.

    Saya beruntung sering dapat kesempatan memainkan SONAR ( Fishfinder ) berbagai merek, model, ukuran dan sosphication level.

    Satu hal lagi yang menguntungkan adalah, saya juga seorang penyelam dan sering melihat tampilan sonar dibanding benda aktual nya, contoh karang, kapal tenggelam, rumpon drum dan lain-lain.

    Saya tidak terlalu mahir menginterpretasikan tampilan sonar, saya lebih mahir untuk radar. Kenapa saya tekankan kekurangan saya terhadap sonar, sebab single beam sonar yang kita sebut Fishfinder “bertugas” di tiga dimensi, sedangkan tampilan data hanya dua dimensi di layar nya. Lalu proses data dari “ping” transducer sonar yang kemudian di tampilkan ke layar menjadi pixel, cara prosesnya tidak sama pula antara merek ke merek.

    Ping adalah tindakan dimana transducer mengeluarkan suara, supaya pantulan saat balik di baca oleh tranducer yang sama, lalu di proses secara elektronik dan di tampilkan di layar Fishfinder. Sama seperti kelelawar atau dolphin menggunakan sonar untuk bisa “melihat” via pantulan suara, jadi bisa dibayangkan dari suara menjadi gambar di layar anda, bukanlah hal yang mudah dan pastinya error rate juga ada. Kita ambil ping rate yang umum, contoh 30x per detik. Ini sama dengan kita teriak “ Halo “ sebanyak 30x per detik, dan bim salabim kita harus sudah dapat gambaran dari suara pantulan itu “Halo” seperti apa dasar laut atau jika kita di darat dalam kegelapan total kita harus bisa keluar masuk rumah tanpa menabrak pintu dengan hanya teriak “halo-halo”. Yah……. rumit kan ?

    Hal yang sama di lakukan oleh RADAR, tembak gelombang radio dari antena radar, baca kembali pantulan nya dan di proses menjadi tampilan di layar. Cuma saja gelombang radio tidak cocok di air, maka Fishfinder memakai “suara”. Untuk navigator kapal laut, 2 dimensi tampilan radar sudah sangat cukup untuk marine navigation. Sedangkan jika pemancing mau benar-benar paham Fishfinder, tampilan layar yang hanya mejelaskan posisi atau bentuk sebuah objek atau ikan di kedalaman alias 2 dimensi dan tanpa informasi depan/belakang + kiri/kanan ( dimensi ke 3 ) terhadap posisi transducer…..inilah yang perlu waktu untuk benar-benar paham sebuah Fishfinder. Ada unsur terka menerka nya.

    Posisi dan cara pasang transducer di kapal, power ( watt ) dari FF tersebut, kapal tipe apa, kecepatan kapal saat Fishfinder sedang beroperasi, kualitas air dimana tranducer di pakai, kondisi cuaca saat Fishfinder sedang operasional dan faktor lain lagi, akan menentukan kualitas tampilan di layar Fishfinder. Ini di luar dari merek, model dan spesifikasi Fishfinder tersebut. Saya tekankan ini sebab, betapa rajinpun kita belajar mengenai FF, jika parameter yang bisa menganggu operasionalnya tidak kita pahami, ini akan menghasilkan performa yang tidak optimal di tampilan layar dan akhirnya interpretasi user terhadap tampilan layar menjadi lebih sulit.

    Jika FF sangat di perlukan untuk mencari sebuah titik topography yang rumit atau rumpon yang kecil, maka kita pastikan dulu semua hal teknis pendukung sudah dilaksanakan sebaik-baiknya. Kan enak, tinggal pake tuh alat.


    Sebuah Ping atau suara yang di tembak transducer ke bawah laut berbentuk seperti topi si badut. Lihat gambar.

    Bagian sempit di atas adalah bersumber dari transducer nya.
    Bagian lebar dibawah adalah area yang ter cover di dasar laut.
    Apa yang anda lihat di gambar conical shape itu, inilah coverage “Ping” sebuah tranducer yang spec nya sekitar 40 degrees.

    Ini hanya untuk illustrasi. Berapa besar conical beam spread sebenarnya, tergantung dari berapa degrees spesifikasi transducer nya.

    Trandsucer yang umum adalah 50 khz untuk air dalam, dan 200khz untuk air dangkal. Yang 200khz selalu lebih sempit derajat/sudut nya dari yang 50 Khz, bisa 10* bisa 15* dan yang 50Khz bisa 45* atau lebih.

    200Khz masih enak di pakai sampai 100 meter jika tubiran besar yang ingin di cari. Ini pengalaman saya di unit yang saya paling sering pakai, Raytheon V850 yang hanya 500W. Untuk lebih dalam dari 100 meter, baiknya menggunakan 50Khz dan lebih baik lagi jika gunakan split screen dan dual frequency sekaligus.



    Attached Images
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  2. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Ini hitungan kasar untuk sudut/derajat transducer terhadap area coverage Ping :

    10 Degrees - 1/6 dari kedalaman laut
    Maka pada kedalaman 50 meter, tampilan layar anda adalah informasi dasar laut yang senilai diameter 8.3 meter.

    20 Degrees – 0.35 x kedalaman laut.
    Maka pada kedalaman 50 meter, tampilan layar anda adalah informasi dasar laut yang senilai diameter 17.5 meter. Jadi apa yang anda lihat di layar FF anda sebagai topography dasar laut, itu adalah informasi 8.75 meter radius dari transducer anda. Jika kita nampak 1 batu berukuran 1 x 1 x 1 meter, bisa saja batu itu 8.75 meter di belakang/depan/kiri atau kanan kapal, sama jika anda sedang mencari ikan dasar yang sedang berkumpul, contoh kakap. Jadi jika ada ikan berkumpul di kedalaman 25 meter dan 6 meter samping dari transducer anda, anda tidak akan bisa baca pantulan ping dari ikan tersebut sebab tidak masuk dalam area coverage.


    24 Degrees – 0.42 x kedalaman laut
    30 Degrees – 0.53 x kedalaman laut
    40 Degrees – 0.72 x kedalaman laut

    Nah, setelah baca-baca informasi diatas, kita bisa dapat kesimpulan. Apa yang user mau cari dengan menggunakan FF ? Mau resolusi bagus atau pencarian presisi sampai kedalaman 100 meter, jangan pakai transducer 200Khz nya yang dengan sudut terlalu lebar. Jika mau sekedar cari karang yang besar, alias mau lihat “benjolan” mendadak di dasar laut, silahkan pakai transducer yang sudutnya lebar.
    Memang untuk FF yang basic, transducer tidak bisa di pilih. Jika model FF yang untuk pemancing serius, malah transducer harus beli terpisah dan ini enak, user bisa pilih sesuai kebutuhan.

    Berikutnya adalah power dari FF itu sendiri. Berapa watt anda perlu ?
    Minimal main lah di 500W untuk sampai kedalaman 100 meter ( kondisi relatif ideal ).

    Jika anda pemancing yang serius dan ingin belajar, jangan hanya cara memancing yang perlu di pelajari. Pelajari lah sifat dan habitat ikan target anda, baru lah anda akan lebih sukses dapat hasil ketimbang pemancing yang tidak paham selak beluk species target nya. Ini menentukan topography dasar laut apa yang anda perlu cari dan berapa dalam, lalu pilih lah FF yang sesuai.


    Gambar adalah ilustrasi coverage transducer 200Khz dan 50 Khz
    Kapal kiri adalah illustrasi transducer 50khz
    Kapal kanan adalah illustrasi transducer 200khz
    Attached Images
    • File Type: jpg 3.JPG (21.1 KB, 355 views)
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  3. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Saya ulangi lagi, FF berkerja pada 3 dimensi. Tetapi tampilan layar FF hanya 2 dimensi. Apa artinya ini ?


    Kita bayangkan sedang diatas kapal di gambar attachment.
    Anggap kapal berhenti total dan tidak bergerak. FF melakukan ping,
    ingat sekali ping, garis merah yang saya tandai adalah informasi yang
    diterima dan diproses oleh FF. Apa yang FF akan tampilkan di
    layar nya ? Apakah data kedalaman 15 meter ( sebelah kiri ) atau
    data sebelah kanan yang jauh lebih dalam ?

    Prosessor di FF pasti akan tampilkan data kedalaman 15 meter di layar nya, bukan data kedalaman sebelah kanan yang jelas lebih dalam.

    Secara default dan keselamatan navigasi, pasti data kedalaman yang lebih dangkal akan lebih di prioritaskan, apalagi signal pantulan dasar laut yang dangkal akan lebih kuat dari signal pantulan dasar laut yang yang lebih dalam.

    Ingat, layar di FF tidak akan tampil data baru kecuali kapal bergerak. Jika pun layar bergerak dari kanan ke kiri saat kapal diam, itu adalah data yang sama, dengan catatan kapal tidak bergerak.Walaupun layar FF ada scroll rate, atau seolah-olah gambar dari kanan bergerak ke kiri, apa yang anda lihat di kiri adalah sejarah ( history ) bekas ping sebelumnya. Tampilan FF bukan seperti GPS Chartplotter yang 100% dari layar di refresh setiap kali posisi kapal di update. Layar FF bukan lah juga seperti film. Ingat fungsi track di GPS, yah itu dot dot dot adalah history jejak kapal.
    Attached Images
    • File Type: jpg 4.JPG (27.7 KB, 358 views)
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  4. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Pernah lihat FF yang pakai kertas ? Atau alat seismic yang merekam gempa bumi ? Update layar FF adalah pixel demi pixel vertikalnya, pixel horizontalnya semua adalah sejarah. Sebab itu banyak user yang suka pakai A-Scope, sebab A-Scope adalah data real-time yang tampilan nya di perbesar.

    Attached Images
    • File Type: jpg 5.JPG (24.6 KB, 405 views)
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  5. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Balik lagi ke gambar kapal kecil bermotor tempel. Sekarang kita bayangkan, kapal kita gerakan parallel dengan drop-off ( tubiran ) ini, bukan dari kiri ke kanan.
    Apa jadi nya ? Selama sapuan ping kena bagian dangkal karena transducer nya bersudut lebar, kita tidak akan tau bahwa ini adalah tubiran. Layar FF akan menampilkan topograhy yang rata.

    Ini lah yang saya sebut data 3 dimensi jika di “jejalkan” ke 2 dimensi layar FF, user harus paham cara kerja sebuah FF semaksimal mungkin. Lalu bagaimana cara nya supaya user tidak kena tipu oleh FF ? Yah, zig zag kan kapal saat survey atau jangan pakai transducer yang terlampau wide angle jika lokasi nya memang sempit.

    Jika kita sedang survey medan seperti di gambar ini dan sebelah kiri adalah pulau atau batu yang keluar dari permukaan laut, jelas kita dengan mudah tau bahwa ke kanan akan makin dalam, ke kiri akan makin dangkal.

    Jika ini tubiran adalah bagian dari sea-mount yang bentuknya seperti nasi tumpeng ( tapi rata atasnya ), reference apa yang akan di pakai untuk tentukan sebelah mana dalam atau dangkal ? GPS Charplotter akan membantu memberikan informasi jika ada peta digital di GPS Charplotter mengenai topography lautnya, tetapi jarang sekali ada peta yang bisa tepat sampai 40 meter pun untuk informasi tubiran/drop-off nya. Mau pakai peta skala berapa ?
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  6. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Peta C-Map atau Navionics atau Garmin BlueChart atau merek apapun yang ada umum di pasaran sudah saya coba, termasuk peta kertas dinas Hidros AL. Untuk mencari tubiran ( drop off ), skala dan ketepatan nya tidak memadai sebab memang peta itu semua adalah peta navigasi umum, bukan peta mancing. Apalagi semua peta digital berasal dari peta kertas yang di digitized. Sami mawon.
    Semua data kedalaman adalah hasil dari spot sounding bukan pemetaan multi beam sonar yang luar biasa resolusinya.

    Ini attached contoh gambar sonar multi beam ( unit komersial untuk survey ) Simrad EM3002 yang praktis seperti 3 dimensi setelah di proses lebih lanjut.


    DATA ATTACHMENT

    Kedalaman adalah 20 meter. Objek adalah kapal tenggelam.
    Transducer 0.5 - 1.5 derajat, satu set transducer SWATH menyapu 130 derajat dengan 254 ping.

    Untuk mudah di mengerti, kemampuan unit ini seperti 254 Fishfinder di gabung jadi satu dan masing-masing menggunakan transducer 0.5 -1.5 degrees. Kira-kira begitu lah.


    Cukup saya bahas sampai disini dulu, sebab dengan pengalaman pakai, user akan bisa perlahan-lahan mengerti tampilan layar di sonar. Yang saya anggap penting adalah mind-set user harus di buat paham dulu cara FF membaca objek di bawah laut, sisahnya experiment adalah guru yang terbaik.

    Lain kali saya sumbang know how lagi yah….



    Happy Fishing
    SP

    Attached Images
    • File Type: jpg 6.JPG (44.9 KB, 325 views)
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  7. most is offline RegularFishy most is on a distinguished road
    Real Name
    Moch Sandy Tjandra
    Join Date
    Dec 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    78

    Ff101

    wah...hebat pak....tks banyak informasinya, saya kebetulan baru beli garmin 420si, masang tranduser aja ga ngerti, kayanya saya punya bermasalah, karna saya celupkan ke air semua

    FF 101 nya harusnya di permanenkan nih...sekarang saya ngerti kenapa, di layar ada gambar ikan tapi ikannya ga mau mkan....kadang2 kata nelayannya itu tubiran / karang, tapi di layar kelihatan rata.

    wah..butuh jam terbang ini u/ menginterpetasikan itu semua....

    kapan FF 102 nya pak surya, saya tunggu yha...tks
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  8. kartono's Avatar
    kartono is offline RegularFishy kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold kartono is a splendid one to behold
    Real Name
    Kartono
    Join Date
    Sep 2005
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,133

    Info menarik & bermanfaat . . .
    Untuk sonar multibeamnya Simrad EM 3002 ( 3 dimensi ) apa hasilnya bisa disamakan dengan BlueChart G2 Vision type baru dari Garmin yang katanya bisa membaca obyek dasar dengan tampilan 3D ? tolong infonya
    Thx
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  9. kingfisher is offline RegularFishy kingfisher is on a distinguished road
    Real Name
    michael
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    jakarta
    Posts
    58

    Two thums up untuk thread ini.thanks untuk informasinya
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

  10. Surya P is offline RegularFishy Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold Surya P is a splendid one to behold
    Real Name
    Surya P
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    159

    Pak Kartono,

    Penampilan Garmin G2 Vision untuk bawah air sebenarnya dan pasti bersumber dari peta laut yang ada, di luar ada nya photo satelit yang bisa bantu user melihat daratan dengan tampakan yang berbeda karena bisa di overlay dengan tampilan seperti Google Earth dengan skala yang cantik.

    Saya sendiri belum pernah coba G2 Vision untuk wilayah Indonesia tetapi dari simulasi yang saya lihat di internet, logika nya seperti itu. Khusus untuk negara ( yang banyak $$ ) yang sudah ada peta bathymetry nya yang detail, baru lah coverage G2 akan bisa tampilkan 3D secara optimal dengan resolusi, contoh 1:100,000.

    Tampilan Simrad E3002 jauh diatas itu sebab biasanya ini di pakai untuk pemetaan pelabuhan, wave breaker, tiang jembatan di atas air dan segala jenis kerja yang perlu detail luar biasa. 1 pixel bisa punya info senilai 50cm objek ata lebih halus lagi jika air dangkal. Ada sih negara yang doku nya banyak dan pakai multibeam untuk menggantikan peta mereka dari yang spot beam/sounding sebab secara operasional kapal, pakai multi beam swath 130 derajat sapuan luas dan tepat, jadi biaya kapal lebih murah sebenarnya.

    Fungsi 3D di Garmin G2 Vision sebetulnya seperti yang saya jelaskan, yaitu mencoba menampikan 3D dari data 2D. Tetapi tampilan ini bukan dari transducer yang terpasang, tetapi dari peta laut yang sudah ada. Itu bukan real time, itu cuma memperindah penampilan bagi user yang tidak biasa lihat peta laut secara 2 dimensi dan ingin menghayal gugusan karang nya nongol kayak apa sih kalo dalam 3D. Jika kita sudah biasa interpretasikan peta laut spot sounding depth nya, gampang kok menhayalkan "nasi tumpeng" nya pada kayak apa bentuknya.

    FF Humminbird juga ada model 3D. Jika yang yang produksi tahun 1994 an mah itu sampah. Jika yang model terakhil 3D Plus saya belum lihat tetapi harga tidak bisa bohong. Komentar pro fisherman sih tidak ada yang positive untuk 3D Plus. Untuk dapatkan image 3D real time yang bagus harus pakai multi beam sonar yang memang mahal. Rp500 juta ke atas minimal harga multi beam yang lumayan. Mingu lalu saya tanya yang buatan Inggris SWATH Plus, hampir satu milliar...wele2 bisa beli kapal.

    Hummingbird juga ada unit side imaging, ini seperti side scan sonar dalam versi murah nya. Ini panjang jika akan dibahas dan rumit dan secara pribadi saya tidak pernah mainkan, cuma tau teknis kerjanya saja.

    Dulu saya pernah pakai Interphase forward looking sonar yang bisa saya atur scanning nya, tapi lagi2 resolusi jelek dan performa kayak mainan walaupun harga US$2k. Ini kayak search light sonar versi mainan.... ha ha ha.
    Ini khusus untuk kapal supaya tidak tabrak karang yang dangkal mendadak. Beli setahun udah rusak, kirim ke USA di betulin, pulang rusak lagi. Masang nya setengah mati dan kapal client saya hilang 1 knot kecepatan nya sebab itu tranducer gede dan kudu nongol kayak bisul raksasa....

    SP
    Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
    Reply With Quote Reply With Quote   Share with Facebook

+ Reply to Thread
Page 1 of 9
1 2 3 4 5 6 ... LastLast

Similar Threads

  1. How to use fishfinder properly
    By babybaracuda in forum FishyTrick
    Replies: 58
    Last Post: 17-11-2004, 04:12

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts