Trip Mancing Lepok Di Liang
Tanggal : 30 Juli 2008
Lokasi Mancing : Desa Liang
Nama Anglers : Saya, Pak Lur (beserta istri dan 2 anak), Wahyu, dan Nata
Spot : Rakit Pak Haji
Kondisi Angin : Santai
Kondisi Arus : Deras
Cuaca : Cerah
Ikan yg di dapat : Salap (banyak), Puyau (banyak) Belida (2 ekor) dan Lepok (banyak)
Ukuran yg terbesar : Jenis : Salap (5 jarian)
Teknik Memancing : Dasar
Umpan yg digunakan : pelet dan jangkrik
Trip ini dilakukan 3 kali dalam kurun waktu 2 minggu, dimana untuk trip pertama (Saya, andi boy, yudi, iyan, bon ovi, Pak lur) kami berhasil mendapatkan banyak hasil pancingan yang diantaranya salap, puyau, dan tentu saja lepok. Namun sayang saking asyiknya, kami tidak sempat mendokumentasikan peristiwa tersebut padahal kalo dari hasil tangkapan pribadi saja, Pak Lur mendapatkan keseluruhan ikan dengan total 5 kg. Ditrip kedua (Pak Lur, andi boy, iyan, yudi, bon ovi), hasilnya mungkin bisa dikatakan agak berkurang, karena air mahakam lagi naik sehingga berpengaruh terhadap hasil tangkapan kami. Namun tetap saja dari segi strike, kami selalu diramaikan dengan tarikan ikan - ikan tersebut setiap waktu.
Ditrip ketiga, kami (Saya, Pak Lur beserta keluarga, plus Nata De Coco dan Wahyu), berangkat mancing kembali dengan ikan sasaran ikan lepok. Sekitar pukul 11.00 kami berangkat dari tenggarong dan sampai di Liang sekitar pukul 14.00 kurang. Perjalanan sempat agak tersendat - sendat, dikarenakan medan yang rusak disepanjang jalan menuju lokasi. Setelah dengan susah payah, akhirnya kami sampai dilokasi dan langsung berkemas memindahkan barang - barang. Saya langsung mencari spot langganan, dan menurunkan 2 set pancing. Setelah umpan (yang sudah dibuat sebelumnya dirumah) diturunkan, umpan yang saya terdiri dari mie dan beberapa campuran yang lain berhasil menarik perhatian ikan - ikan.
Strike pertama berhasil didapatkan pak lur yang mendapatkan ikan puyau, dan tidak beberapa lama ikan - ikan yang lain ikut serta. Diantaranya salap dan lepok. Di trip ini pak lur juga berhasil strike ikan belida namun dari segi kuantitas hanya beberapa ekor saja. Yang paling banyak mendominasi adalah ikan puyau dan salap. Berhubung kali ini pak lur mengincar ikan lepok, pancing dipindah ke area khusus yang dipikir disitulah ikan lepok banyak berkumpul. Sedangkan yang lain masih sibuk panen ikan puyau dan salap.
Setelah hari agak sore, persentase mulai berkurang drastis. Hal ini tentu membuat kami bingung, tidak biasanya kami mengalami hal seperti ini. Sampai - sampai tidak ada strike sama sekali, jadi kami memutuskan untuk mengisi perut yang memang dari tadi sudah keroncongan. Setelah makan selesai, kami mulai memancing lagi. Ternyata ikan - ikan sudah mulai mau makan umpan lagi, ya sudah... Kita tempur lagi ...!
Satu hal yang menarik tentang memancing ikan lepok ini adalah seni memancingnya yang rada - rada susah bagi pemula. Bagi yang sudah terbiasa, tentu mempunyai trik - trik khusus tersendiri. Mulai dari posisi umpan yang gantung, menunggu strike ikan lepok, sampai saat menggentak joran. Karena di saat menggentak joran inilah yang sangat susah, jika tidak bersabar dan jeli, maka pasti bisa dipastikan ikan lepok akan lepas alias mocel.
Saat malam tiba saya mencoba memancing ke tengah dengan ikan sasaran ikan baong, patin dan sejenis. Akan tetapi setelah beberapa lama tidak ada tarikan, maka saya pun berhenti dan kembali keselera asal. Sedangkan pak lur yang asyik mancing lepok, mulai merasakan strike ikan lepok walau dengan persentase yang jauh berbeda dengan waktu sore. Padahal di trip sebelumnya, ikan lepok malah ramai jika waktu sudah malam. Tapi kali ini jauh berbeda. Hal ini yang membuat kami mulai mengurangi set pancing yang ada, karena waktu sudah malam, dan anak - anak pun akan turun sekolah pada besok pagi. Maka dengan berat hati trip ini disudahi. Setelah perlengkapan mancing di simpan, kami pun pamitan dengan orang yang mempunyai rakit tersebut selepas adzan isya berkumandang.
Satu catatan penting dari trip ini, aktifitas perusakan sungai beserta habitatnya melalui penyetruman ikan masih banyak dijumpai didaerah ini pada waktu malam hari. Saya juga heran kenapa aktifitas ini terus dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat, tanpa ada tindakan tegas dari pihak aparat desa maupun kelompok pengawas masyarakat yang ada. Karena hal ini jelas - jelas akan merugikan orang banyak dengan membunuh ikan - ikan yang notabene masih dalam tahap pengembang biakan. Karena banyak ikan yang masih kecil, turut musnah akibat penyetruman ini. STOP RACUN & STRUM...! SALAM STRIKE...!
coba saya tinggal di Tengarong..... masih banyak spot wildfishingnya.... keren bro.... Sayang di Bandung udah gak ada sungai... kalaupun ada warna ada yang hijau, merah, biru akibat limbah pabrik.....
hidup wildfishing......
__________________
Fishing is only a thing...
But Brotherhood is everything...
Band of Brother
Pict dari trip kemarin (10 agustus 200
1. Pak lur yang setiap trip selalu panen ikan lepok, gak ada lawan. Kalo kita dapat 1, die udah dapat 3
2. Saya biar dapet dikit tapi berhasil dapat jackpot, ikan puyau yang gedenya 4 jarian. tmn2 aja pada ngaku blm pernah dapat yg gituan. rekor probadi nih...
3. Iyan ps udah bela2in bw cacing n set arsenalnya utk mancing (meladong kalo kami bilang) udang, hasilnya dia dapat 3 ekor udang yang kelas b (dara'an). tapi pak lur lain lagi, tetep set untuk mancing lepok eh (umpan ulat bambu) tpi dpt udang galah.... (iyan jd keki, hi hi hi).
4. Yud dengan bangga nunjukin ikan lepok dari hasil joran modifikasinya (joran light tackle yang ujungnya udah patah, jadi bagian sisanya dibuat cincin sendiri)
tripnya menarik bgt,
kalau boleh bagi ilmu trik mancing lepok, teknik, umpan faforitnya, ukuran kail dan senar no berapa ?, trus kira-kira spot lepok di air tenang atau berarus ?...
saya mau nyoba di lampung apakah masih ada lepoknya.
@Andowijaya : ya itulah pak, pihak yang berwenang nggak ada langkah antisipasinya, payah... mikirnya duit melulu
@Ade Sofyan : Insyaallah. Pake sepeda motor emang bisa. Sebelum masuk kota bangun, ada simpang kanan, ikutin aja. Pasti ketemu, tinggal milih aja spotnya.
@The Tonk Tech : Insyaallah. Kena kawa aja.
@Ilur : Dasarnya mancing ikan lepok ini (dari pengamatan ama temen2 yang biasanya mancing ikan lepok) tehniknya gantung, tapi kadang2 malah hanya beberapa centi saja dari atas permukaan air (tergantung kebiasaan ikan lepok yang ada dilokasi,pada umumnya agak beda dikit), trus saat ujung joran gerak2 kita udah siap2 untuk gentak, tapi ada juga yang makannya gak ketahuan, ada yang cuman sekali aja sehingga kita gak sempat untuk gentak, trus kalo nilonnya bergerak menyamping ato dibawa lari, langsung di gentak aja pak. Biasanya teman2 memakai joran yang ujungnya agak keras, karena kalo lemah saat gentak joran, udah telat. Umpan yang biasa kita pake jangkrik, bisa juga cacing ato anak udang, ukuran kail yang agk gede dikit (kurang lebih sebesar ujung kelingking orang dewasa ato kurang) dan senar yang kecil aja juga gak pa2. Kalo putus, berarti minta gedein tuh! he he he. Masalah air tenang atau berarus, relatif sama saja pak, asal mancingnya disela2 jamban ato keramba, karena biasanya dia berada dibawah yang diatasnya ada tempat untuk berlindung. agak pemalu kayaknya om...!