Tanggal : 25 Desember 2007
Waktu : 10.00 - 12.00
Lokasi Mancing : Kamal, Tambak Mutiara Biru (masuk dari belakang stadion kamal)
Nama Anglers : Igo Dewean
Nama Kapal : n/a
Kapten Kapal : n/a
Ongkos Sewa : n/a
Spot : n/a
Kondisi Angin : Sepoi-sepoi

Kondisi Arus : Pasang naik di kali kamal
Cuaca : Berawan/Mendung
Ombak : n/a
Ikan yg di dapat : Bandeng
Ukuran yg terbesar : Jenis : Bandeng, Berat :2 kg
Teknik Memancing : Casting dengan Rapala Skitter Popper (nihil), pake pelet merah (berhasil)
Umpan yg digunakan : Pelet merah, roti kering
STRIKE....... 5 detik setelah umpan (pelet merah) menyentuh air langsung disambar. Sempat grogi karena gak nyangka secepat itu. Kenur terulur hampir mendekati 100 m. Ternyata tenaga ikannya kuat sekali dan tidak gampang menyerah. Sempat meloncat 2 kali ke atas permukaan menambah indahnya strike pertama. Setelah kurang lebih 10 menit tarik-tarikan, barulah ketahuan bahwa ternyata ukuran ikan cukup besar. Begitu dinaikkan dan ditimbang, setengah takjub dan terperangah, berat bandeng yang naik 1,9 kg. Hampir mendekati 2kg. Sampai-sampai hook-nya dibuat lempeng.
Penasaran dengan ukuran ikan, teknik mancing diubah dengan casting menggunakan Rapala Skitter Popper. Sekali dua kali, belum ada sambaran. Pada lemparan ketiga sempat juga diterkam cuman gak strike. Mungkin karena ukuran popper-nya kegedean, kalo pake Popperio dari Magelang mungkin baru bisa strike. Akhirnya saya putuskan untuk kembali dengan teknik sebelumnya.
Ikan yang gede-gede makannya di permukaan, sempat nyoba glosor tapi yang naik ikan berukuran kecil (sekilo 3 ekor). Total strike ikan gede sekitar 8 kali, ikan kecil 3 strike, mocel 2 kali untuk ikan gede. Karena pake light tackle (line 10 lbs, reel Shimano Calcutta 200, rod Castaway overhead 10-15 lb), rata-rata strike di atas 10 menit. Baru kali ini fighting-nya agak lama, biasanya dengan bandeng ukuran 1/2 kilo seekor butuh waktu max 3 menit. Itupun sudah dengan tarik ulur. Tapi yang jelas rasanya maknyus, apalagi ditambah bonus tarian ikan yang meloncat di atas permukaan air berkali-kali.
Mengenai tambak Mutiara Biru ini, lokasinya lumayan jauh ke dalam. Jarak dari stadion Kamal sekitar 2 km. Kalo jalan kaki lumayan gempor juga, untungnya mobil bisa masuk sampai ke tambak. Cuman karena sekarang sedang musim pasang naik, dibutuhkan mobil yang tinggi. Saya pakai Escudo yang udah dimodifikasi sehingga bebas bergerak ke sana-kemari. Paling mobil perlu dimandiin air panas setelah main di sana biar gak karatan setelah berendam air asin

. Tambaknya lebih dari satu dan lumayan luas. Bandeng yang disimpan berumur 6 bulan, makanya ukurannya bisa sampai 2 kg. Harga perkilo Rp. 24 rb untuk ukuran gede (> 1 kg per ekor) dan Rp. 17 rb untuk yang kecil (sekilo 2 ekor). Kata Pak Nata penjaga tambak, banyak Barramundi (kakap putih) juga di sana. Karena kurang persiapan, casting barra ditunda dulu sampai minggu depan.
Capek juga meladeni bandeng-bandeng berukuran besar. Tarik-tarikan 8 ekor saja sudah menyita tenaga. Saya akhirnya menyerah setelah 2 jam bermain di sana, itupun jumlah berat ikan sudah hampir menyentuh batas maksimum duit yang saya bawa

hehehe. Kayaknya hasil hari ini mau di-convert ke otak-otak bandeng seperti yang ada di Kompas Minggu kemaren. Hmmmmm.... nyam... nyam
NB: enak juga pake format report buatan Om Yanto Wongsolo. Cuman reportnya yang dimodif dikit karena hanya bisa mancing di seputaran Jakarta. Maklum sedang jadi suami siaga ....